Sabtu, 11 Maret 2017

Nama dan Jenis Kertas untuk Percetakan

Dalam kehidupan sehari-hari, orang awam cenderung mengenal hanya satu jenis kertas saja yaitu kertas HVS. Kertas ini menjadi sangat populer, karena sering digunakan untuk mencetak dokumen/fotocopy dan sangat mudah didapat di pasaran. Namun, bagi industri percetakan kertas HVS hanyalah satu dari banyak jenis kertas yang memiliki karakteristik berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa jenis kertas yang umum digunakan oleh industri percetakan.

1. HVS

Kertas HVS ini adalah jenis kertas yang sangat sering kita jumpai dalam kegiatan sehari-hari untuk pencetakan dokumen dan juga fotocopy.   Kertas HVS umumnya berwarna putih pada kedua sisinya tapi ada juga yang berwarna kuning, hijau, merah dan biru. Kertas hvs memiliki varian gramatur dari 60 gr hingga 100 gr. Kertas ini cocok sekali untuk pembuatan isi buku, kop surat, dokumen arsip, laporan skripsi, kertas soal ujian, dll.

2. Kertas Koran
Kertas ini hampir sama dengan kertas HVS tapi memiliki warna yang buram, biasanya digunakan untuk isi buku.

3. NCR (Carbonless paper)
Kertas ini mirip dengan kertas hvs, memiliki beberapa warna yaitu putih, merah, hijau, biru dan kuning. Kertas NCR banyak digunakan untuk bon, faktur, formulir, slip transaksi di Bank dll. Kertas ini terdiri dari 3 bagian yaitu TOP-MEDDLE-BOTTOM (atas-tengah-bawah) telah memiliki karbon sehingga bila kita menulis pada kertas pailing atas (top) maka tulisan akan tembus pada kertas di bawahnya (medle dan bottom)

4. DOORSLAG
Kertas ini fungsinya hampir sama dengan NCR, namun tidak memliki karbon.

5.  Samson Kraft

Bahan kertas yang berasal dari proses daur ulang, memiliki warna kuning kecoklatan, biasa digunakan untuk pembungkus barang hasil cetak, jilid bon/faktur, amplop, paper bag dll.

6. BUFFALO
Kertas buffalo memiliki textur kasar dan mengurat seterti kulit pohon. Tersedia dalam beberapa warna seperti putih, krem, merah, pink, hijau tua, hijau daun , biru muda, biru tua. Biasa digunakan untuk jilid kliping, map, kartu undangan.

7. CONCORDE
Memiliki serat alur horizontal dan pada kertas terdapat tulisan concorde. Tersedia tipis dan tebal dan tersedia  warna  putih kuning dan krem. Concorde umumnya digunakan untuk pembuatan sertifikat, piagam, kop surat atau bisa juga untuk kartu undangan.

8. ART PAPER

Art Paper adalah kertas jenis coated yang sering digunakan pada percetakan offset dan juga digital. Kertas jenis ini memiliki karakteristik mengkilat dan halus serta bisa ditambahkan laminating doff, glossy, maupun dengan UV untuk hasil cetak maksimal. Biasanya, Art Paper digunakan sebagai bahan untuk mencetak poster, brosur/flyer, namun tidak menutup kemungkinan untuk mencetak sampul majalah yang full color. Kertas jenis ini memiliki varian gramatur dari 100 gr hingga 150 gr. Gramatur yang biasa kami pakai yaitu 120 gr dan 150 gr.

9. ART CARTON
Art Carton memiliki karaktersitik serupa dengan jenis kertas Art Paper.  Namun, yang membedakan Art Carton dengan Art Paper adalah ketebalannya. Kertas Art Carton memiliki varian ketebalan mulai dari 180 gr hingga 400 gr. Di tempat kami tersedia ketebalan 190 gr, 210 gr, 260 gr dan 310 gr. Art Carton biasanya digunakan untuk pembuatan kartu nama, sampul buku atau majalah, kartu undangan, kalender, packaging box, paperbag, dll.

10. MATT PAPER

Secara kasat mata, Matt Paper  memiliki bentuk yang serupa dengan Art Paper. Namun, jika dilihat lebih detail, kertas ini memiliki perbedaan mendasar pada permukaan, yakni tidak mengkilat (semi doff). Matt Paper sering digunakan untuk mencetak majalah karena bisa memberi nuansa doff. Hal lain yang membuat kertas jenis ini sering digunakan adalah karena Matt Paper lebih cepat meresap tinta dibandingkan dengan kertas Art Paper.

11. JASMINE

Kertas Jasmine banyak digunakan untuk pembuatan undangan. Kertas ini memiliki nuansa gliter warna kuning di permukaannya dan gramatur umumnya cuma 1 ukuran. Tersedia dalam beberapa warna seperti putih, krem, merah muda, ungu, gold, hitam.

12. TIK

Jenis kertas ini memiliki tekstur yang halus namun tidak coated dan tersedia dalam beragam warna. Biasa digunakan untuk mencetak kartu nama, sertifikat, undangan, dll. Gramaturnya yang biasa dipakai adalah 160 gr, 220 gr dan 250 gr.

13. CORRUGATED

Corrugated adalah karton bergelombang yang diluarnya dilapisi kertas sebagai liner-nya. Kertas ini juga bisa dipadu dengan kertas Duplex dan bisa dicetak full color. Kertas atau bahan ini sangat umum digunakan untuk pembuatan kotak kardus yang biasa untuk kemasan barang maupun makanan/ minuman seperti kotak kardus mie instan dan air mineral.

14. DUFLEX

Kertas jenis ini sering sekali dijumpai sebagai kotak untuk kemasan makanan. Karakteristik kertas Duplex adalah memiliki satu sisi berwarna putih berkilau dan di sisi lain berwarna abu-abu serta bertekstur kasar.  Kertas ini memiliki varian gramatur dari 250 gr hingga 400 gr.

15. IVORY

Hal yang menarik dari kertas Ivory adalah kertas jenis ini seperti gabungan dari Art Carton dengan Matt Paper karena memiliki sisi yang mengkilat dan doff di sisi lain. Karena karakteristik inilah kertas ini menjadi populer untuk dijadikan katalog. Kertas Ivory memiliki variasi gramatur dari 210 gr hingga 400 gr.

16. STIKER HVS - KROMO - VINYL
Kertas ini terdiri dari d lapisan yaitu lapisan kertas lilin dan lapisan yang memiliki perekat. Lapisan kertas yang berperekat bisa dari HVS, Art Paper ata Vinyl.
Stiker banyak digunakan untuk keperluan etiket produk dan berbagai keperluan lainnya.

Jenis kertas yang disebutkan di atas merupakan sebagian jenis kertas yang umum dipakai di industri percetakan. Sebenarnya masih banyak sekali jenis kertas yang beredar di pasaran dan dapat digunakan untuk beragam kebutuhan cetak digital maupun offset.

Semoga bermanfaat…

Kamis, 16 Februari 2017

PENGETAHUAN DASAR PERCETAKAN

Dalam bisnis apapun kita dituntut untuk memiliki pengetahuan dasar agar kita tidak salah dalam mengambil keputusan. Pengetahuan dasar yang wajib dimiliki untuk bisnis percetakan yang berhasil adalah pengetahuan di bidang seni grafis, mesin percetakan, serta pengetahuan mengenai pemasaran. Pemasan inilah yang sangan menentukan dalam maju mundurnya bisnis ini. Untuk bidang desain grafis dan mesin, kita bisa melakukannya dengan cara makloon kepada pihak lain.

Beberapa contoh bisnis di bidang percetakan yang dapat dikembangkan adalah:
1. Pembuatan ID Card, member card, kartu pelajar, kartu mahasiswa. 

Jika anda sudah memiliki seperangkat komputer dan printer, pembuatan ID card bisa dilakukan sendiri di rumah. Anda tinggal membeli bahan ID card, mesin laminasi dan mesin pemotongnya

Strategi pemasaran yang dilakukan adalah mencermati jadwal tahun ajaran baru. Pelajari jadwal seluruh sekolah, lembaga pendidikan, instansi pemerintah dalam rekruitmen karyawan. Keseluruhan siswa baru, karyawan baru, mahasiswa baru memerlukan kartu identitas yang merupakan suatu keharusan dan harus dimiliki oleh setiap siswa sekolah. Harga jual  ID card sekitar Rp 5000 sampai dengan Rp 6000 per kartu. Sedangkan modal untuk pembuatan satu kartu maksimal Rp 2000. Dengan demikian kita akan memperoleh keuntungan per kartu sekitar Rp 3000 sampai Rp 4000. Investasi untuk pembelian alat pemotong dan mesin lamisani sekitar Rp. 1 jutaan sisamping seperangkat computer dengan printer.

2. Pembuatan Kalender, spanduk, sablon, kaos, banner, untuk caleg, serta pemilu. Kartu undangan, amplop, company profile, memo, label, kop surat, buku, dan sebagainya.

Strategi pemasaran bisnis percetakan dimulai dari:

1. Membuat Album Contoh Produk
Untuk menawarkan produk, kita harus punya contoh. Buat contoh – contoh diatas berbagai dasar kertas, kain, kaos dan sebagainya untuk alat promosi. Calon pelanggan akan tertarik dengan melihat contoh – contoh yang kita berikan dalam memberikan penawaran. Misalnya, contoh kop surat, kartu id card, amplop, sertifikat, plakat, piagam, buku, company profile, kartu undangan, memo, label, baligho, banner, spanduk, kalender, nota, kwintansi, faktur.

2. Buatlah berbagai desain dengan berbagai ukuran dan warna

3. Setelah kita memiliki berbagai koleksi contoh – contoh dan desain tersebut di atas, mulailah kita tentukan terlebih dahulu target market pengguna jasa kita. Misalnya instansi pemerintah, gedung – gedung pertemuan untuk resepsi pernikahan. Biasanya pasangan yang ingin menikah jauh – jauh hari sudah melakukan pemesanan. Anda dapat mencatat daftar dan alamatnya, lalu hubungi dan berikan contoh berbagai kartu undangan. Calon legislative, partai politik, menjelang pemilu di tahun 2009 pesanan berbagai cetakan untuk atribut partai dipastikan akan melonjak drastic.

4. Seandainya kita sudah memperoleh order, buatlah desain grafis menggunakan software program seperti CorelDraw,  Adobe Photoshop dan sebagainya. Pelajari cara menggunakan software ini, dengan mempelajari help menu atau tutorialnya.

5. Bagi pemula bisnis percetakan, kita tidak perlu membeli semua peralatan yang dibutuhkan seperti mesin cetak offset, rekam master, setting computer, mesin potong kertas, computer, printer dan sebagainya. Kita dapat menggunakan jasa setting, cetak, potong yang sudah ada.

6. Perhitungan harga jual
Untuk mendapatkan keuntungan, tentu saja kita harus bisa menghitung biaya produksi agar bisa menentukan harga jual yang sesuai. Jumlahkan semua biaya produksi kemuadian kita ambil keuntungan sekitar 20-30%.

Mengenal istilah dalam percetakan

Dalam dunia percetakan terdapat berbagai macam istilah yang mungkin sebagian orang awam atau customer yang masih belum mengerti, berikut saya  rangkum beberapa istilah dalam dunia percetakan yang patut di ketahui seorang customer :
  1. Dummy      :   adalah contoh hasil cetak biasanya di berikan kepada customer sebelum proses cetak di mulai untuk di acc baik warna maupun tulisannya
  2. OC      : adalah kepanjangan dari Ongkos Cetak atau biaya cetak
  3. Monting : adalah penggabungan dua atau beberapa file menjadi satu
  4. Desk Print : adalah seorang karyawan percetakan  yang mempunyai tugas membuka file customer dan mentranfernya ke mesin cetak baik untuk brosur, banner, stiker dll
  5. Cetak 4/4 :  Cetak Full Color Bolak- balik
  6. Cetak 4/0  : Cetak 1 muka ( one side)
  7. Cetak 4/1 : Cetak bagian depan full color, bagian belakang 1 warna
  8. Sisiran       : Lebihan kiri atau kanan, bagian atas atau bawah file cetakan, biasanya minimal 2 mm keliling biar pas di potong cetakannya aman
  9. BBS     : Cetak bolak- balik sama
  10. BBL         : Cetak bolak-balik lain (4/4)
  11. Perforasi : pembuatan lubang pada kertas, kartu, dsb; pelubangan; yang berfungsi sebagai alur sobekan atau lipatan
  12. DIGITAL PRINTING, adalah sebuah Metode Percetakan dari Gambar berbasis Digital, yang biasanya berupa File, kemudian bisa langsung dicetak di berbagai Media dengan cara yang Instan dan Cepat.
Masih banyak istilah dalam dunia percetakan yang akan saya kupas selanjutnya, semoga istilah di atas bermamfaat untuk anda yang belum mengerti  akan istilah-istilah tersebut