Dalam bisnis apapun kita dituntut untuk memiliki pengetahuan dasar agar kita tidak salah dalam mengambil keputusan. Pengetahuan dasar yang wajib dimiliki untuk bisnis percetakan yang berhasil adalah pengetahuan di bidang seni grafis, mesin percetakan, serta pengetahuan mengenai pemasaran. Pemasan inilah yang sangan menentukan dalam maju mundurnya bisnis ini. Untuk bidang desain grafis dan mesin, kita bisa melakukannya dengan cara makloon kepada pihak lain.

Beberapa contoh bisnis di bidang percetakan yang dapat dikembangkan adalah:
1. Pembuatan ID Card, member card, kartu pelajar, kartu mahasiswa.

Jika anda sudah memiliki seperangkat komputer dan printer, pembuatan ID card bisa dilakukan sendiri di rumah. Anda tinggal membeli bahan ID card, mesin laminasi dan mesin pemotongnya
Strategi pemasaran yang dilakukan adalah mencermati jadwal tahun ajaran baru. Pelajari jadwal seluruh sekolah, lembaga pendidikan, instansi pemerintah dalam rekruitmen karyawan. Keseluruhan siswa baru, karyawan baru, mahasiswa baru memerlukan kartu identitas yang merupakan suatu keharusan dan harus dimiliki oleh setiap siswa sekolah. Harga jual ID card sekitar Rp 5000 sampai dengan Rp 6000 per kartu. Sedangkan modal untuk pembuatan satu kartu maksimal Rp 2000. Dengan demikian kita akan memperoleh keuntungan per kartu sekitar Rp 3000 sampai Rp 4000. Investasi untuk pembelian alat pemotong dan mesin lamisani sekitar Rp. 1 jutaan sisamping seperangkat computer dengan printer.
2. Pembuatan Kalender, spanduk, sablon, kaos, banner, untuk caleg, serta pemilu. Kartu undangan, amplop, company profile, memo, label, kop surat, buku, dan sebagainya.
Strategi pemasaran bisnis percetakan dimulai dari:
1. Membuat Album Contoh Produk
Untuk menawarkan produk, kita harus punya contoh. Buat contoh – contoh diatas berbagai dasar kertas, kain, kaos dan sebagainya untuk alat promosi. Calon pelanggan akan tertarik dengan melihat contoh – contoh yang kita berikan dalam memberikan penawaran. Misalnya, contoh kop surat, kartu id card, amplop, sertifikat, plakat, piagam, buku, company profile, kartu undangan, memo, label, baligho, banner, spanduk, kalender, nota, kwintansi, faktur.
2. Buatlah berbagai desain dengan berbagai ukuran dan warna
3. Setelah kita memiliki berbagai koleksi contoh – contoh dan desain tersebut di atas, mulailah kita tentukan terlebih dahulu target market pengguna jasa kita. Misalnya instansi pemerintah, gedung – gedung pertemuan untuk resepsi pernikahan. Biasanya pasangan yang ingin menikah jauh – jauh hari sudah melakukan pemesanan. Anda dapat mencatat daftar dan alamatnya, lalu hubungi dan berikan contoh berbagai kartu undangan. Calon legislative, partai politik, menjelang pemilu di tahun 2009 pesanan berbagai cetakan untuk atribut partai dipastikan akan melonjak drastic.
4. Seandainya kita sudah memperoleh order, buatlah desain grafis menggunakan software program seperti CorelDraw, Adobe Photoshop dan sebagainya. Pelajari cara menggunakan software ini, dengan mempelajari help menu atau tutorialnya.
5. Bagi pemula bisnis percetakan, kita tidak perlu membeli semua peralatan yang dibutuhkan seperti mesin cetak offset, rekam master, setting computer, mesin potong kertas, computer, printer dan sebagainya. Kita dapat menggunakan jasa setting, cetak, potong yang sudah ada.
6. Perhitungan harga jual
Untuk mendapatkan keuntungan, tentu saja kita harus bisa menghitung biaya produksi agar bisa menentukan harga jual yang sesuai. Jumlahkan semua biaya produksi kemuadian kita ambil keuntungan sekitar 20-30%.